Taktik Jitu Tavares,Persebaya Kunci Kemenangan 3-0 atas PSIM
2 min read
Persebaya Surabaya sukses menundukkan PSIM Yogyakarta dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan Indonesia Super League 2026.
LiniBola, Yogyakarta – Derbi klasik penuh gengsi antara PSIM Yogyakarta melawan Persebaya Surabaya berakhir dengan dominasi mutlak tim tamu. Bertanding di bawah tekanan ribuan suporter Laskar Mataram, Green Force justru tampil luar biasa tenang dan taktis. Skor mencolok 3-0 menjadi cerminan nyata perbedaan kualitas transisi dan organisasi permainan. Kemenangan ini sekaligus mempertegas posisi Persebaya sebagai kandidat kuat jawara kasta tertinggi musim ini.
Review Laga: Pengepungan Kilat Sang Bajul Ijo

Laga dimulai dengan kejutan taktis dari Paul Munster yang menginstruksikan pressing tinggi sejak sepak mula. Baru menit ke-8, Rachmat Irianto membawa keunggulan lewat titik putih setelah penetrasi cepat lini sayap memaksa bek PSIM melakukan pelanggaran. Tertinggal satu gol membuat mentalitas PSIM goyah. Persebaya mengeksploitasi hal ini melalui gol Paulo Gala (35′) yang memanfaatkan skema operan pendek di area final third.
Babak kedua menjadi saksi kedewasaan Persebaya dalam mengelola skor. Meski PSIM mencoba memasukkan tenaga baru untuk mengejar ketertinggalan, trio bek Persebaya tampil tanpa celah. Pemain pengganti Bruno Pereira Albuquerque (74′) akhirnya memberikan pukulan telak lewat gol penutup yang lahir dari transisi vertikal sempurna, mengunci kemenangan 3-0 bagi tim tamu.
Deep Analytics: Angka di Balik Dominasi Persebaya
0.48 – 2.85
12% – 78%
4 – 15
Insight Statistik: Besarnya disparitas angka xG (2.85 milik Persebaya) membuktikan bahwa setiap serangan Bajul Ijo memiliki kualitas ancaman yang sangat bersih. Sementara akurasi tembakan PSIM yang hanya 12% menunjukkan kegagalan lini depan mereka dalam menembus blok rendah yang disiplin.
Bedah Strategi: Mengapa Paul Munster Menang Mutlak?
Persebaya (3-4-3)
- Midfield Overload: Memenangi duel di area tengah dengan sistem 4 gelandang sejajar.
- Vertical Transition: Hanya butuh 3-4 operan dari area pertahanan untuk mencapai kotak penalti lawan.
- Zonal Marking: Berhasil mematikan pergerakan striker PSIM dengan penjagaan berlapis.
PSIM Jogja (4-2-3-1)
- Disconnected Lines: Jarak antar lini tengah dan depan terlalu jauh saat transisi.
- Fragile Defense: Kerapatan bek sayap yang lemah saat menghadapi overlap lawan.
- Lack of Creativity: Terlalu bergantung pada umpan lambung yang mudah dipatahkan bek lawan.
Man of the Match: Bruno Pereira Albuquerque
Masuk dari bangku cadangan, Bruno tidak hanya menyegel kemenangan lewat golnya. Ia mencatatkan 100% akurasi dribel dan memenangkan 4 duel fisik krusial. Kehadirannya memberikan dimensi serangan yang lebih eksplosif dan memaksa pertahanan PSIM keluar dari posisinya.
Informasi Pertandingan (FAQ)
Berapa skor akhir PSIM vs Persebaya?
Persebaya Surabaya memenangkan pertandingan dengan skor telak 3-0.
Siapa saja pencetak gol dalam laga ini?
Gol-gol Persebaya dilesakkan oleh Rachmat Irianto (8′), Paulo Gala (35′), dan Bruno Albuquerque (74′).
Dimana lokasi pertandingan berlangsung?
Pertandingan digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.
Eksplorasi Berita Sepak Bola Lainnya:
